Usai Kunjungan Trump, Putin Bakal ke China Pekan Depan

Usai Kunjungan Trump, Putin Bakal ke China Pekan Depan

Pergeseran poros kekuatan dunia tampak semakin nyata. Hanya dalam hitungan hari setelah dialog tingkat tinggi dengan Amerika Serikat, Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan akan segera melangsungkan kunjungan kenegaraan ke Beijing pekan depan.

Kabar ini mencuat di tengah ketegangan yang mulai mereda antara Washington dan Moskow. Kunjungan Trump ke Rusia sebelumnya diwarnai dengan pembahasan mengenai stabilitas senjata nuklir dan situasi konflik di Eropa Timur. Kini, semua mata tertuju pada arah baru diplomasi Putin yang tampaknya memilih untuk memperkuat sisi timur.

Bagi para analis politik internasional, langkah ini adalah sinyal jelas bahwa Rusia tidak ingin bergantung pada satu kutub. “Kunjungan ke China pekan depan adalah gerakan catur tingkat tinggi. Putin menunjukkan bahwa ia memiliki opsi,” ujar seorang pengamat hubungan internasional dari Jakarta.


1. Dinamika Hubungan Rusia-China di Tengah Tekanan Barat

Kunjungan Putin ke China diprediksi akan mematangkan sejumlah proyek besar. Mulai dari pasokan energi melalui jalur Power of Siberia, hingga kerja sama militer di kawasan Pasifik. Kedua negara selama ini memang terus memperkuat kemitraan strategis mereka sebagai tandingan terhadap dominasi AS dan NATO.

Dalam pertemuan nanti, topik utama yang akan diangkat adalah de-dolarisasi perdagangan. Rusia dan China ingin semakin memperkuat penggunaan mata uang lokal, rubel dan yuan, dalam transaksi bilateral. Hal ini bisa menjadi pukulan telak bagi hegemoni dolar AS yang selama ini mendominasi sistem keuangan dunia.

Selain itu, situ Semenanjung Korea dan ketegangan di Selat Taiwan juga akan menjadi agenda hangat. Beijing ingin mendengar langsung sudut pandang Moskow setelah Putin melakukan kontak dekat dengan pemerintahan baru AS. Apakah ada janji politik tertentu dari Trump yang memengaruhi sikap Rusia di Asia Timur? Ini adalah teka-teki yang akan terjawab saat konferensi pers bersama digelar.

Dengan jadwal yang sangat rapat, kunjungan Putin ke China pekan depan menegaskan bahwa era persaingan blok sudah kembali. Dunia tidak lagi melihat bipolaritas sederhana, melainkan segitiga dinamis antara Washington, Moskow, dan Beijing. Dan Putin tampaknya sedang memainkan peran sebagai penyeimbang yang cerdik.

Leave a Reply

https://magiclight.art.br/portfolio/